Identitas Terungkap, Mona Kelana Putri Korban Pembunuhan di Wisma Sidrap

Masrudin
6 Sep 2025 13:47
Headline 0 7293
2 menit membaca

Sidraptimur.com, Sidrap – Kasus pembunuhan di Wisma Grand Dua Pitue, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, terus menyita perhatian publik. Setelah sempat menjadi misteri, identitas korban akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Mona Kelana Putri (34), warga Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Ia ditemukan tewas dengan luka parah di bagian leher pada Jumat malam (5/9/2025).

Polisi Bentuk Tim Khusus

Polres Sidrap bergerak cepat. Bahkan, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung ke lokasi untuk memimpin olah TKP.

Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari mengamankan kamar sewaan, mendokumentasikan kondisi korban, hingga menyita barang bukti yang diduga berkaitan dengan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Suratno, menegaskan pihaknya sudah membentuk tim khusus.

“Kasus ini menjadi atensi serius. Kami pastikan pelaku akan segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Pelaku Sudah Teridentifikasi

Dari hasil penyelidikan, polisi menyatakan sudah berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan. Saat ini, aparat kepolisian tengah melakukan pengejaran intensif dengan memanfaatkan rekaman CCTV, data digital, serta keterangan saksi kunci.

Saksi Kunci Buka Suara

Keterangan dari sejumlah saksi mulai mengerucutkan arah penyelidikan. Seorang saksi bernama Adnan mengaku mendengar korban sempat merasa curiga terhadap tamu yang datang menemuinya.

Informasi ini menjadi pegangan penting bagi tim penyidik untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Perhatian Publik Meningkat

Kehadiran Kapolres di lokasi kejadian menandakan tingginya perhatian aparat terhadap kasus ini. Namun, tragedi tersebut juga menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat.

Banyak warga menilai peristiwa ini menjadi pengingat akan kerentanan perempuan di ruang privat, terutama di era digital di mana interaksi lewat aplikasi daring semakin marak tanpa pengawasan.

Proses Lanjutan

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Polisi memastikan pengejaran terhadap pelaku akan terus dilakukan hingga berhasil ditangkap.

Kasus ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga diharapkan menjadi momentum memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga keamanan diri di tengah dinamika sosial yang penuh risiko. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x