crossorigin="anonymous"> BMKG: Musim Hujan Sidrap dan Wajo Diprediksi Baru Mulai Maret 2027

BMKG: Musim Hujan Sidrap dan Wajo Diprediksi Baru Mulai Maret 2027

Masrudin
30 Sep 2026 03:26
Wajo 0 32
3 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Warga Sidrap dan Wajo masih harus bersabar menunggu datangnya musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Sulawesi Selatan tidak berlangsung serentak.

Sebagian wilayah Sulsel diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Wilayah lainnya menyusul pada Desember 2026, sementara sebagian kawasan baru masuk musim hujan pada Maret 2027.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, menyampaikan prediksi tersebut dalam pemaparan awal musim hujan 2026/2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (29/9/2026).

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Sidrap dan Wajo termasuk kawasan yang diprediksi baru memasuki musim hujan pada Maret 2027.

Selain Sidrap dan Wajo, wilayah yang masuk kelompok tersebut antara lain sebagian kecil Bone, Sinjai dan Luwu.

Namun, kondisi itu bukan berarti seluruh wilayah Sidrap dan Wajo akan menunggu hujan hingga Maret.

Dalam pemetaan BMKG, ada bagian wilayah Sidrap dan Wajo yang lebih dahulu masuk musim hujan pada November atau Desember 2026. Karena itu, prediksi tersebut berlaku berdasarkan zona musim, bukan untuk seluruh wilayah kabupaten secara seragam.

Tiga Periode Musim Hujan

BMKG membagi awal musim hujan Sulsel 2026/2027 ke dalam tiga periode.

Sekitar 25 persen wilayah Sulsel diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Kemudian sekitar 58 persen wilayah diperkirakan menyusul pada Desember 2026.

Sementara sebagian wilayah lainnya, terutama sebagian besar Sidrap dan Wajo, diprediksi baru memasuki musim hujan pada Maret 2027.

Perbedaan waktu tersebut terjadi karena karakteristik iklim Sulsel tidak sama di setiap wilayah.

BMKG menyebut Sulawesi Selatan memiliki karakter iklim yang cukup unik. Wilayah pantai barat dan pantai timur dapat memiliki pola musim yang berbeda, sedangkan kawasan utara Sulsel memiliki karakter hujan yang bisa berlangsung lebih panjang.

Musim Hujan Nasional Juga Diprediksi Mundur

Prediksi untuk Sulsel tersebut sejalan dengan gambaran BMKG secara nasional.

Dalam siaran pers resmi tertanggal 22 September 2026, BMKG menyebut awal musim hujan 2026/2027 di 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

BMKG mengaitkan kondisi tersebut dengan fenomena El Niño yang berada pada intensitas sangat kuat serta fase positif Indian Ocean Dipole (IOD), yang berpengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski awal musim hujan diprediksi lebih lambat, BMKG mencatat sifat hujan musim 2026/2027 secara umum diperkirakan berada pada kategori normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar menggunakan informasi prediksi musim sebagai dasar untuk melakukan langkah antisipasi, terutama dalam menghadapi dampak kekeringan maupun potensi bencana hidrometeorologi saat musim hujan tiba.

Bagi masyarakat Sidrap dan Wajo, informasi ini menjadi penting, khususnya bagi sektor pertanian dan aktivitas yang bergantung pada ketersediaan air.

Intinya, hujan tidak datang bersamaan di seluruh Sulsel. Untuk Sidrap dan Wajo, sebagian besar wilayah diprediksi baru memasuki musim hujan pada Maret 2027, sementara sebagian wilayah lainnya diperkirakan lebih dulu mengalaminya.

Sumber: BMKG dan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *