Sidrap Perkuat Ketahanan Pangan: Tetapkan 294 Brigade Pangan untuk Lahan Non-Rawa

Masrudin
21 Jun 2025 14:26
Sidrap 0 582
4 menit membaca

SIDRAP, Sidraptimur.com – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah membentuk 294 Brigade Pangan untuk mengoptimalkan lahan non-rawa seluas 18.026 hektare.

Langkah ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Data Pembentukan Brigade Pangan di Baruga Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jalan Lanto Dg. Passewang, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (21/6/2025).

Rapat dipimpin langsung Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, didampingi anggota DPRD, Penjabat Sekda Andi Rahmat Saleh, Kepala Dinas TPHP Sidrap, Ibrahim, para camat, kepala BPP kecamatan, penyuluh pertanian (PPL), serta lurah dan kepala desa dari seluruh wilayah Sidrap.

Hadir pula perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulsel, H. Rahman dari Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Sulsel, dan Kepala UPT Balai Benih Tanaman Pangan Provinsi Sulsel, Syafruddin.

Fokus Optimalisasi Lahan Non-Rawa

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa pembentukan Brigade Pangan adalah langkah penting dalam mengoptimalkan lahan non-rawa yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Sidrap memiliki Oplah rawa terbesar di Sulsel, mencapai 18.000 hektare. Untuk tahap awal, kita mulai dengan 3.000 hektare. Anggarannya sudah tersedia, tinggal menunggu finalisasi RAB dan teknis lapangan,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya sinergi lintas sektor, mulai dari camat, kepala desa, hingga penyuluh lapangan untuk memastikan percepatan program dan dampak langsung bagi petani, khususnya menjelang musim tanam kedua.

Koordinasi Teknis di Lapangan

Bupati meminta setiap kecamatan membentuk basecamp Brigade Pangan di kantor desa atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Selain itu, ia juga menekankan pentingnya inventarisasi tukang bor per desa untuk mendukung program cetak sawah yang efisien dan merata.

“Data tukang bor harus segera dilaporkan ke Kabid Sarana dan Prasarana, Pak Surianto, agar pembagian wilayah kerja berjalan adil dan efektif,” tegas Syaharuddin.

Untuk program cetak sawah, Survei Investigasi Desain (SID) telah mencakup 2.950 hektare dari target awal 5.000 hektare. Data ini masih dapat berkembang seiring pendataan lahan tambahan di desa-desa.

“Saya minta camat dan PPL aktif menyampaikan ke masyarakat. Ini kesempatan besar,” ujarnya.

Target Menjadi Daerah Percontohan Nasional

Bupati Syaharuddin juga menyampaikan bahwa Sidrap siap menjadi pilot project nasional dalam program Brigade Pangan.

“Besok saya akan bertemu Dirjen dan Menteri Pertanian. Kita siapkan 200 hektare per brigade. Yang penting, Sidrap siap,” ungkapnya.

Setiap tim Brigade Pangan akan dibentuk di tingkat kecamatan dengan SDM lapangan yang disiapkan secara khusus. Dalam rakor, Bupati meminta laporan langsung dari camat dan kepala BPP mengenai progres pemetaan dan konfirmasi data dari desa-desa.

Bantuan Benih dan Sarana Pertanian

Mewakili Dinas Pertanian Provinsi, H. Rahman mengumumkan bahwa Sidrap akan mendapatkan bantuan benih untuk penangkaran seluas 400 hektare menggunakan varietas Inpari 47 yang tahan cuaca ekstrem.

“Awalnya hanya 200 hektare. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Sidrap dan melihat kesiapan tim lapangan, alokasi ditingkatkan menjadi 400 hektare. Ini luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa Sidrap sebelumnya telah menerima 40 unit alat pertanian dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Cuaca saat ini cukup mendukung, tapi ancaman hama seperti tikus tetap harus diwaspadai,” tambah Rahman, yang akan pensiun bulan depan.

Optimisme Musim Tanam Ketiga

Kepala Dinas TPHP Sidrap, Ibrahim, menyatakan bahwa program IP300 disambut antusias. Ia optimis musim tanam kedua akan berjalan lebih baik.

“Kita targetkan bulan September sudah mulai tanam untuk musim ketiga,” ujarnya.

Dukungan dari pemerintah daerah, kerja sama lintas sektor, dan kesiapan petani di lapangan membuat Sidrap semakin siap menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan.


Hasil Rakor: Poin Penting yang Disepakati

  1. Pembentukan Brigade Pangan

Total 294 brigade untuk lahan 18.026 hektare.

  1. Program Cetak Sawah

Tahap I: 1.775 hektare

Tahap II: 936 hektare

Total: 2.711 hektare

Penambahan lahan dikonfirmasi maksimal dua minggu sebelum tim SID turun ke lapangan.

  1. Inventarisasi Tukang Bor

Dilakukan per desa untuk mendukung eksekusi program secara merata dan efisien.

  1. Pengadaan Benih

Penanaman di lahan 3.000 hektare melibatkan penangkar lokal.

Jika terdapat kendala modal, akan dijajaki kerja sama dengan Bank BRI dan Bank Sulselbar.

  1. Pengawalan Musim Tanam Kedua

Petani diminta aktif melapor jika terjadi gangguan hama atau kendala teknis.

Dengan strategi menyeluruh dan dukungan berbagai pihak, Sidrap siap mencetak sejarah baru sebagai lumbung pangan tangguh di Sulawesi Selatan dan Indonesia.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *