Patroli Intel Kodim Sidrap Temukan Dugaan Aktivitas Sobis di Perbatasan Desa, Isu “Tangkap Lepas” Dipastikan Hoaks

Masrudin
7 Jan 2026 03:42
Headline 0 515
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Aktivitas patroli rutin yang dilakukan unsur Intel Kodim 1420/Sidrap di wilayah perbatasan Desa Kadidi–Kanie, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengungkap dugaan praktik penipuan daring atau sobis yang belakangan meresahkan masyarakat.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025. Saat melintas menggunakan kendaraan patroli, petugas Intel Kodim mencurigai adanya sekelompok pemuda yang berkumpul di bawah kolong rumah warga. Kecurigaan itu terbukti saat kendaraan patroli berputar arah, kelompok tersebut justru berhamburan keluar dari lokasi.

Petugas yang berjumlah sekitar 10 orang segera meminta mereka tetap berada di tempat untuk memastikan situasi. Dari hasil penelusuran di lokasi, ditemukan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada praktik penipuan online. Bahkan, petugas mendapati puluhan unit telepon genggam—sekitar 50 unit dari berbagai merek—yang diduga digunakan untuk aktivitas tersebut.

Sebagai tindak lanjut, dua orang diminta mendatangi Makodim 1420/Sidrap guna memberikan klarifikasi dan keterangan. Keduanya juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang berpotensi melanggar hukum.

Danunit Intel Kodim 1420/Sidrap, Letda Kav Muh Nasir, menegaskan bahwa tidak ada penangkapan dalam kejadian tersebut, apalagi praktik “tangkap lepas” sebagaimana isu yang sempat beredar.

“Tidak benar ada permintaan uang. Informasi itu keliru dan tidak sesuai fakta di lapangan,” tegas Muh Nasir saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Ia juga memastikan seluruh barang yang ditemukan di lokasi tidak dibawa oleh anggota Kodim. Proses yang dilakukan murni sebatas permintaan keterangan dan pembinaan awal, sesuai kewenangan teritorial.

Terkait penyebutan nama inisial BD dan SP dalam pemberitaan yang menyudutkan Intel Kodim, Muh Nasir membantah keras. Menurutnya, kedua personel tersebut tidak berada di lokasi kejadian.

“Pada saat itu, BD dan SP sedang melaksanakan tugas peninjauan Koperasi Merah Putih di wilayah Bulu Cenrana,” jelasnya.

Dalam proses klarifikasi, seorang warga berinisial WA turut diminta mendampingi pihak yang dimintai keterangan hingga pembuatan surat pernyataan di kantor.

Sementara itu, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Ia menyebut pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polres Sidrap guna menekan dan memberantas praktik penipuan online yang dinilai semakin terorganisir.

“Kejahatan siber bukan persoalan sederhana. Perlu kerja sama lintas institusi agar Sidrap benar-benar bersih dari praktik sobis,” tegasnya.

Kodim 1420/Sidrap berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *