Gempa Buol M5,4: RSUD Rusak, Pasien Dilaporkan Meninggal Saat Evakuasi

Masrudin
13 Jul 2026 07:17
Buol 0 52
3 menit membaca

Buol, Sidraptimur.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,4 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) pukul 20.46 WIB atau 21.46 WITA. Guncangan yang berpusat di laut itu memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa yang terjadi pada kedalaman dangkal tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada sekitar 37 kilometer timur laut Buol, pada koordinat 1,31° LU dan 121,38° BT, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik geser (oblique thrust).

Getaran dirasakan cukup kuat dengan intensitas IV MMI di wilayah Karamat, Biau, Lakea, Kota Buol, dan Kota Tolitoli. Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh penghuni rumah, pintu dan jendela berderik, sementara sejumlah benda di dalam bangunan bergeser. Kepanikan pun tak terhindarkan. Warga berhamburan keluar rumah, perkantoran, hingga pusat pelayanan publik untuk menyelamatkan diri karena khawatir terjadi gempa susulan.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah RSUD Buol. Berdasarkan keterangan seorang perawat yang bertugas saat kejadian, sebagian besar ruangan rumah sakit mengalami kerusakan ringan, seperti retakan pada dinding, plafon yang mengalami kerusakan, serta beberapa bagian bangunan yang membutuhkan perbaikan sebelum dapat digunakan secara optimal. Meski demikian, pelayanan darurat tetap diupayakan berjalan di tengah situasi yang penuh kepanikan.

Suasana di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berubah mencekam ketika gempa mengguncang. Sejumlah pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung berhamburan keluar gedung untuk mencari tempat yang lebih aman.

Menurut sumber tersebut, seorang pasien yang sedang menjalani penanganan di IGD dievakuasi keluarganya menuju kawasan Kantor Bupati Buol, yang saat itu menjadi lokasi berkumpulnya warga karena dianggap memiliki area terbuka dan berada di dataran yang lebih tinggi. Namun nahas, pasien tersebut dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah tiba di lokasi pengungsian. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit maupun instansi berwenang mengenai penyebab pasti meninggalnya pasien tersebut.

Ironisnya, kawasan Kantor Bupati Buol yang dipilih sebagai titik evakuasi juga merupakan salah satu lokasi yang merasakan guncangan cukup kuat. Meski demikian, ribuan warga tetap memadati kawasan tersebut karena meyakini area terbuka lebih aman dibanding berada di dalam bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat gempa susulan.

Selain menimbulkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum, gempa juga mengganggu aktivitas masyarakat untuk sementara waktu. Petugas gabungan bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan serta memastikan kondisi masyarakat pascagempa.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan situasi pascagempa.

Data Gempa BMKG

  • Tanggal: Minggu, 12 Juli 2026
  • Waktu: 20.46.35 WIB (21.46.35 WITA)
  • Magnitudo: 5,4
  • Lokasi: 37 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah
  • Koordinat: 1,31° LU – 121,38° BT
  • Kedalaman: 10 kilometer
  • Potensi Tsunami: Tidak berpotensi tsunami.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *