Unhas Kembangkan Paving Blok dari Limbah Plastik, Kampale Jadi Desa Percontohan Pengelolaan Sampah

Masrudin
25 Jan 2026 14:50
Daerah 0 96
2 menit membaca

Kampale, Sidraptimur.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Posko 115 di Desa Kampale, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah berbasis circular economy melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi paving blok ramah lingkungan. Program ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik sekaligus menghasilkan produk konstruksi bernilai guna bagi masyarakat desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21 Januari 2026.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pengelolaan sampah berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi tentang bahaya plastik terhadap lingkungan, tetapi juga menunjukkan potensi ekonominya ketika diolah dengan tepat.

Inovasi Lokal untuk Mengurangi Sampah Plastik

Gagasan ini lahir dari pengamatan tim KKN terhadap meningkatnya sampah plastik sekali pakai di Desa Kampale yang belum tertangani optimal. Melalui program ini, mahasiswa berperan sebagai inisiator dan fasilitator, mengajak warga memahami bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk konstruksi yang kuat dan bernilai jual.

Warga diberikan pemahaman tentang jenis-jenis plastik, teknik pemilahan, dan dampak pencemaran plastik terhadap ekosistem.

Mengubah Limbah Plastik Menjadi Paving Blok Bernilai Guna

Mahasiswa KKN Unhas 115 kemudian mendemonstrasikan proses pembuatan paving blok berbahan dasar plastik, mulai dari pengumpulan dan pencacahan limbah, proses peleburan, hingga pencetakan menjadi produk akhir. Hasilnya memperlihatkan bahwa limbah plastik mampu diolah menjadi paving blok yang tahan lama dan dapat dimanfaatkan untuk jalan lingkungan, halaman rumah, maupun fasilitas publik desa.

Model pengolahan ini dinilai realistis diterapkan di tingkat rumah tangga maupun kelompok karena tidak membutuhkan peralatan industri berskala besar.

Apresiasi dari Warga Kampale

Salah satu warga, Nanda Aris, memberikan apresiasi atas inovasi yang diperkenalkan mahasiswa.

“Program paving blok dari sampah plastik ini sangat bagus karena mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat untuk desa,” ujarnya.

Ia menilai inovasi ini berpotensi menjadi peluang usaha baru sekaligus solusi atas persoalan sampah yang selama ini mengganggu lingkungan desa.

Mendorong Circular Economy dan Peluang Ekonomi Baru

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret menerapkan prinsip circular economy di tingkat desa—di mana sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi. Selain menekan pencemaran lingkungan, model ini membuka peluang usaha berbasis daur ulang plastik bagi masyarakat Kampale.

Harapan Ke Depan

Mahasiswa KKN Unhas 115 berharap inovasi paving blok berbahan plastik ini dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh warga sehingga Desa Kampale menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Program ini diharapkan tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan yang menciptakan lingkungan lebih bersih, produktif, dan ramah lingkungan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *