Pagi-Pagi di Sidrap Ramai-ramai Bersih Kampung, Targetnya Satu: Lawan Narkoba di Mappadeceng

Masrudin
12 Jun 2026 06:40
Sidrap 0 11
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Suasana pagi di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Jumat, 12 Juni 2026, tampak berbeda dari biasanya. Personel kepolisian, aparat kelurahan, hingga warga dari RT 01 hingga RT 03 serempak turun ke jalan dalam satu gerakan: kerja bakti massal untuk memperkuat status Kampung Bebas Narkoba (KBN) Mappadeceng.

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih lingkungan. Di balik sapu, parang, dan karung sampah yang dibawa warga, tersimpan target besar: menjadikan Mappadeceng sebagai kampung percontohan anti-narkoba di tingkat Polda Sulawesi Selatan.

Kerja bakti ini digelar rutin setiap pekan ini, dengan titik kumpul di Jalan Poros dekat Pos Lantas KTL 1 Kelurahan Pangkajene. Sasaran kegiatan meliputi pembersihan sampah berserakan dan pemangkasan rumput liar yang mulai menutupi sejumlah titik lingkungan.

Dasar kegiatan ini merujuk pada Surat Telegram Kapolda Sulsel terkait Lomba KBN dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara, serta Surat Perintah Kapolres Sidrap tentang pembenahan wilayah Mappadeceng sebagai kawasan Kampung Bebas Narkoba.

Sejumlah unsur dilibatkan dalam kegiatan ini, mulai dari personel Satresnarkoba Polres Sidrap, aparat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, hingga kelompok ibu PKK. Semua bergerak dalam satu pola yang sama: membenahi lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial terhadap narkoba.

Pihak panitia menegaskan bahwa KBN Mappadeceng bukan hanya program seremonial, tetapi gerakan bersama yang menuntut partisipasi aktif masyarakat. Kebersihan lingkungan disebut menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kawasan yang sehat, tertib, dan bebas dari pengaruh narkotika.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi komitmen bersama. Kampung ini milik kita, dan wajahnya harus mencerminkan semangat anti-narkoba,” demikian pesan yang disampaikan dalam imbauan kegiatan.

Warga juga diminta membawa peralatan kerja seadanya seperti sapu, parang, arit, hingga karung untuk mempercepat proses pembersihan wilayah.

Di tengah semangat gotong royong tersebut, Mappadeceng kini tidak hanya dipandang sebagai titik lokasi lomba, tetapi juga simbol kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang disebut BERSINAR: Bersih dari Narkoba.

Jika gerakan ini konsisten, Mappadeceng bukan hanya bersih secara fisik, tetapi juga berpeluang menjadi model kampung yang kuat secara sosial dalam perang panjang melawan narkotika di Sidrap. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *