
Sidrap, Sidraptimur.com — Bukan sekadar menarik tali busur. Bukan pula hanya soal seberapa kuat anak panah melesat. Di Lapangan Andi Cammi Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Sabtu (5/9/2026), lebih dari 200 pemanah putri menunjukkan bahwa ketenangan, fokus, dan ketepatan adalah kunci menuju kemenangan.
Satu per satu busur ditarik. Mata tertuju tajam ke sasaran. Dalam hitungan detik, anak panah melesat membelah udara dan menghantam target.
Suasana pun semakin memanas ketika para pemanah putri berlomba mengumpulkan poin terbaik dalam Grand Final Panahan Tradisional Bupati Cup II kategori akhwat (perempuan).
Yang membuat ajang ini semakin istimewa, para peserta bukan hanya datang dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Mereka berdatangan dari berbagai daerah di luar Sidrap, bahkan menyeberang dari luar Pulau Sulawesi untuk ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Lapangan Andi Cammi Rappang pun menjadi saksi bagaimana olahraga tradisional mampu mempertemukan ratusan atlet dalam satu arena, dengan semangat yang sama: membidik target, mengejar prestasi, dan menjunjung sportivitas.
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, hadir menyaksikan langsung sengitnya pertandingan.
Kehadirannya didampingi Lurah Rappang, panitia pelaksana, peserta, serta para pendukung pertandingan.
Nurkanaah mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang ikut menyukseskan Bupati Cup II.
“Event apa pun itu, selama bernilai positif, kami dari pemerintah daerah sangat mendukung,” ujar Nurkanaah.
Menurutnya, panahan tradisional bukan hanya tentang memenangkan pertandingan. Lebih dari itu, olahraga ini mengajarkan fokus, kesabaran, disiplin, sportivitas, dan keberanian menghadapi tekanan.
Kompetisi seperti ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antaratlet dan komunitas dari berbagai daerah, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Sidrap.
Nurkanaah berpesan kepada atlet tuan rumah agar tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang mampu menghargai dan memberikan kenyamanan kepada seluruh peserta yang datang.
Sementara itu, Rais selaku panitia pelaksana mengungkapkan bahwa Panahan Tradisional Bupati Cup II berlangsung selama dua hari.
“Untuk hari ini kategori akhwat (perempuan), diikuti lebih dari 200 peserta. Pesertanya berasal dari luar Kabupaten Sidrap, bahkan ada yang datang dari luar Pulau Sulawesi,” jelasnya.
Ratusan peserta yang memadati arena menjadi bukti bahwa panahan tradisional semakin diminati. Persaingan pun berlangsung ketat. Setiap bidikan menjadi penentu, setiap anak panah membawa harapan, dan setiap poin menjadi perjuangan menuju podium juara.
Bagi para atlet, Bupati Cup II bukan hanya tentang medali. Ajang ini menjadi tempat menguji mental, meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman bertanding, sekaligus membangun persaudaraan dengan sesama pemanah dari berbagai penjuru daerah.
Hingga akhirnya, pertandingan kategori akhwat ditutup dengan penyerahan medali dan uang pembinaan kepada para pemenang oleh Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah bersama tamu undangan.
Tidak ada komentar