
SIDRAP, Sidraptimur.com – Alam Sidrap kembali memperlihatkan pesonanya. Sabtu hingga Ahad, 5–6 Juli 2025, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Hj. Nurkanaah bermalam di Bukit Bunjabu, Desa Buntu Buangin, Kecamatan Pitu Riase.
Kemah ini menjadi bagian dari program “Bermalam di Desa” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap. Tujuannya, mendekatkan pelayanan, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi wisata lokal.
Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran Forkopimda, Polres Sidrap, serta komunitas IOF. Bukit Bunjabu yang sejuk dan hijau menjadi latar suasana hangat antara pemerintah dan masyarakat.
Tenda-tenda berdiri di antara pepohonan. Malam disambut dengan kesederhanaan, dan pagi hadir bersama kabut yang turun perlahan seperti tirai alam yang membuka keindahan Sidrap.
Bupati Syaharuddin tampak menikmati setiap momen. Udara segar, langit cerah, dan hamparan hijau menghadirkan rasa takjub akan kekayaan alam Sidrap.
“Bukit ini sangat indah. Udaranya sejuk dan cocok untuk wisata keluarga maupun pecinta alam,” ucapnya saat menatap bentangan alam dari ketinggian.
Bukit Bunjabu memang belum ramai dikunjungi wisatawan. Namun pesonanya menyimpan potensi besar. Bahkan, dalam suasana kontemplatif, bukit ini seolah menantang takdirnya: mampukah ia menjadi ikon wisata baru seperti Punjabi di India?
Kalimat itu bukan ucapan Bupati, melainkan perumpamaan akan keindahan yang dimiliki. Harapan itu hadir sebagai semangat, bahwa Sidrap punya surga tersembunyi yang layak dikenal lebih luas.
Program Bermalam di Desa bukan sekadar menginap di alam terbuka. Ini adalah cara pemerintah menyentuh langsung denyut kehidupan desa.
Selain berkemah, kegiatan diisi dengan bakti sosial, peninjauan infrastruktur, dan dialog bersama masyarakat setempat. Semuanya berjalan dalam suasana akrab dan penuh makna.
Dari atas Bukit Bunjabu, lahir harapan baru untuk pariwisata Sidrap. Bukan hanya tentang keindahan, tetapi tentang bagaimana desa bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dan budaya.
Bukit ini bukan sekadar tempat. Ia adalah cerita. Tentang alam yang menunggu ditemukan, dan tentang Sidrap yang terus melangkah maju, menyapa dunia dari puncak-puncak kecilnya.(*)
Tidak ada komentar