Bupati Sidrap Awali Pembangunan Masjid Ar-Rahman Betao

Masrudin
26 Jul 2025 06:26
Daerah 0 499
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, memulai pembangunan Masjid Ar-Rahman dengan melakukan peletakan batu pertama di Dusun IV, Desa Betao, Kecamatan Pitu Riawa, Jumat (25/7/2025).

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol awal pembangunan rumah ibadah yang diinisiasi langsung oleh masyarakat setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PMD-P3A Abbas Aras dan Anggota DPRD Sidrap, Abdul Rahman.

Jajaran pemerintah kecamatan juga ikut mendampingi, termasuk Sekcam Pitu Riawa Suhara, Kepala Desa Betao Alimuddin, unsur Forkopimcam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Bupati Syaharuddin memberikan apresiasi atas semangat gotong royong warga dalam membangun masjid tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas inisiatif dan partisipasinya. Insya Allah, pemerintah daerah akan ikut membantu pembangunannya,” ujar Syaharuddin.

Ia menyebut, kehadiran masjid baru sangat dibutuhkan karena lokasi masjid yang ada saat ini cukup jauh dari permukiman warga.

Selain pembangunan masjid, Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Sidrap dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan menjadi prioritas utama dalam mendorong ekonomi warga.

“Saat ini kita fokus agar masyarakat di Betao Riawa, Betao Rase, Bulu Cenrana, Botto, Bola Bulu, dan Bila Riawa bisa meningkatkan penghasilannya,” ungkapnya.

Salah satu upaya pemerintah yakni menyediakan benih padi genjah dengan masa panen 90 hari.

Langkah ini mendukung program IP 300, yaitu panen tiga kali dalam setahun.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kekuatan iman masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia mengajak orang tua untuk membiasakan anak-anak ke masjid sejak dini.

“Kita ingin lahirkan generasi yang kuat imannya. Masjid harus jadi pusat pembinaan karakter religius,” tegasnya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati dalam membangun daerah, dari aspek keagamaan hingga ekonomi masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *