crossorigin="anonymous">

Sidrap, Sidraptimur.com — Di saat personel Pemadam Kebakaran Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tengah berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda TK As’adiyah di Kecamatan Tanru Tedong, Rabu (23/9/2026), Mako Damkar Sidrap justru menerima laporan palsu terkait kebakaran rumah di depan SD Negeri 7 Arawa, Kecamatan Watang Pulu.
Saat laporan tersebut masuk, tiga armada Damkar Sidrap sedang difokuskan untuk menangani kebakaran di Tanru Tedong. Setelah dilakukan pengecekan dan koordinasi lebih lanjut, petugas memastikan bahwa informasi kebakaran rumah di Arawa tersebut tidak benar.
Kasi Operasi Damkar Sidrap, Habibi Baharuddin, menyayangkan tindakan oknum yang dengan sengaja memberikan laporan palsu kepada petugas. Menurutnya, informasi yang tidak benar seperti itu dapat menghambat penanganan kejadian darurat yang sebenarnya dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Laporan palsu sangat merugikan. Saat personel dan armada sedang menangani kejadian kebakaran yang nyata, informasi yang tidak benar dapat mengalihkan perhatian petugas dan mengganggu pelayanan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” ujar Habibi Baharuddin.
Ia mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan darurat secara bertanggung jawab dan tidak menjadikan laporan kebakaran sebagai bahan candaan atau tindakan iseng.
“Pemadam kebakaran bekerja untuk menyelamatkan jiwa dan harta benda masyarakat. Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran dan empati sehingga tidak memberikan informasi palsu yang dapat menghambat tugas kemanusiaan,” tegasnya.
Damkar Sidrap mengingatkan bahwa setiap laporan darurat akan ditindaklanjuti dengan cepat, sehingga kejujuran dan tanggung jawab masyarakat sangat dibutuhkan demi kelancaran pelayanan serta keselamatan bersama.(HR)
Tidak ada komentar