crossorigin="anonymous"> Sumur Bor Ubah Sawah Tadah Hujan di Panca Lautang, Panen Tembus 6,4 Ton per Hektare

Sumur Bor Ubah Sawah Tadah Hujan di Panca Lautang, Panen Tembus 6,4 Ton per Hektare

Masrudin
3 Okt 2026 07:13
Sidrap 0 38
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com – Harapan petani di tengah ketergantungan pada curah hujan mulai menemukan titik terang. Kehadiran sumber air melalui sumur bor mampu mengubah lahan sawah tadah hujan di Dusun Padaelo, Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi lahan produktif dengan hasil panen mencapai 6,4 ton gabah per hektare.

Hasil tersebut terlihat saat panen di lahan milik H. Muiz, Sabtu (3/10/2026), yang dihadiri langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.

Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, serta Camat Panca Lautang.

Lahan yang sebelumnya sangat bergantung pada hujan kini mendapat dukungan sumber air dari sumur bor dengan kedalaman sekitar 100 meter. Ketersediaan air tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat petani lebih leluasa mengelola tanaman dan menjaga produktivitas sawah.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, capaian panen tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara pemerintah dan petani.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menghadirkan sarana pendukung agar persoalan mendasar yang dihadapi petani, khususnya ketersediaan air, dapat diatasi.

“Ini sebagai bentuk kerja kita. Kita sudah siapkan dan berikan bantuan, mulai dari listrik masuk sawah, bor, dan lain sebagainya,” ujar Syaharuddin.

Ia menegaskan, pembangunan sarana pertanian bukan sekadar pemberian bantuan, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan petani memiliki akses terhadap kebutuhan dasar produksi.

Air menjadi kunci. Dengan tersedianya sumber air, lahan yang sebelumnya hanya bisa mengandalkan hujan memiliki peluang lebih besar untuk terus ditanami dan menghasilkan produksi secara optimal.

“Kalau air tersedia, petani bisa lebih yakin untuk menanam. Kita ingin lahan yang selama ini bergantung pada hujan bisa tetap produktif dan memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Syaharuddin juga mengapresiasi H. Muiz dan para petani yang tetap berupaya mengelola lahannya serta memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan pemerintah.

“Panen 6,4 ton per hektare ini membuktikan bahwa ketika pemerintah hadir, fasilitas tersedia, dan petani bekerja dengan baik, hasilnya bisa kita lihat bersama,” tuturnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu bagi petani lainnya di Kecamatan Panca Lautang untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan pertanian.

“Ini bukan hanya soal panen hari ini, tetapi bagaimana kita memastikan pertanian terus berjalan, produksi meningkat, dan kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *