LAMPUNG–Jalan Rusak di Lampung tiba-tiba segera diperbaiki jelang kedatangan Presiden Joko Widodo ke provinsi tersebut.

Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung membuat Pemprov Lampung langsung gerak cepat melakukan perbaikan jalan di beberapa wilayah.

Sebelumnya, Jokowi diagendakan akan mengunjungi Lampung pada Rabu (3/5/2023).

Namun, rencana tersebut ditunda lantaran Jokowi ada agenda kerja lainnya.

“Presiden ada agenda lainnya,” kata Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan ketika dikonfirmasi.

Lalu, agenda kunjungan Jokowi ke Lampung diagendakan akan dilakukan Kamis (4/5/2023).

Di sisi lain, jelang kunjungan Jokowi, Pemprov Lampung pun langsung melakukan perbaikan jalan di berbagai wilayah seperti Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah.

Berdasarkan pantauan di YouTube Kompas TV, kendaraan berat mulai mengaspal di sepanjang jalan Kecamatan Rumbia.

Selain itu, perbaikan jalan juga dipantau langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaedi dengan menggunakan helikopter.

“Persiapan kita, siap untuk kehadiran kunjungan (Jokowi). Tapi kan besok (Rabu) kan ditunda satu hari. Dalam posisi sudah satu hari, kita kan ada beberapa objek, ke pasar, kemudian ke cara kerja dan kualitas kerja kita,” ujarnya.

Dulu Sebut Anggaran Terbatas, Ada 24 Persen Jalan Rusak

Sebelumnya, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengakui ada 24 persen jalanan yang rusak di Lampung.

Hal ini disampaikan Chusnunia Chalim menanggapi kritik dari TikToker, Bima Yudho terkait infrastruktur di Lampung yang dianggapnya buruk beberapa waktu lalu.

“Yang jelas kita punya PR pembangunan, kita nggak seperti Jawa. Kita masih banyak jalan rusak. Ada 24 persen jalan di Lampung ini yang rusak dan butuh perhatian semua pihak,” ujar Chalim dikutip dari YouTube tvOne pada wawancara 15 April 2023 lalu.

Baca Juga:   Haryanto Hibahkan Ruko Jika Terpilih Ketua Hipmi Sidrap

Dia mengungkapkan masih adanya jalanan rusak di Lampung lantaran APBD yang terbatas.

Anggaran tersebut, sambungnya, difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Kita dilantik tahun 2019, baru setengah tahun, kita langsung menghadapi Covid-19. Waktu itu kita sudah anggarkan cukup tinggi untuk pembangunan karena kita tahu PR besar kita berada di situ.”

“Tapi memang terserap besar sekali untuk penanganan Covid-19. Jadi anggaran 2020 mestinya mendekati Rp 1 T jadi hanya tinggal separuhnya, jadi Rp 500 miliar. Di tahun 2021, hanya Rp 400 miliar. 2022 lumayan sudah mulai balik, Rp 700 miliar, 2023 Rp 750 miliar,” bebernya.

Chalim mengatakan, penyerapan APBD tidak hanya untuk kepentingan perbaikan infrastruktur seperti jalan tetapi ada sektor lain yang juga perlu untuk dianggarkan.

Kemudian, terkait jalan di Kecamatan Rumbia yang diagendakan akan dikunjungi Jokowi, Chalim menjelaskan anggaran perbaikan mencapai Rp 100 miliar.

Warga Pesimis Jalan yang Diperbaiki Bakal Tahan Lama

Jalan di Rumbia Rusak Parah

Salah satu warga Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah, Ambari pesimis jalan yang diperbaiki akan bertahan lama.

Ia menyebut, kualitas bahan baku yang digunakan untuk perbaikan jalan dinilainya tidak cukup baik.

Bahkan Ambari mengungkapkan perbaikan jalan di daerah tempat tinggalnya hanya mencapai 1 kilometer.

Pesimisnya Ambari lantaran perbaikan jalan sebelumnya dikatakannya menggunakan cara dan bahan baku yang sama yakni batu urukan tanpa adanya pengaspalan.

Sehingga jalanan tidak bisa bertahan lama.

“Udah pernah perbaikan model ini. Paling berapa bulan hancur lagi. Kualitas ini nggak jamin terkecuali kalau dikasih aspal baru timpa batu, pasir baru agak jamin.

“Dia nggak lengket. Ini (jalan) di link kemarin tuh,” ujarnya pada Selasa (2/5/2023) dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca Juga:   Analisis Politik, Dua Calon Presiden Sowan ke PONPES di Jember