Sidraptimur.Com, Bone – Heboh di media sosial Wakil Ketua Waria Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Agus berbicara tentang tujuan komunitasnya. Agus curhat kehadiran komunitas waria yang kerap dianggap untuk memperbanyak waria.

Curhatan itu disampaikan Agus saat menghadiri Diskusi Kolaborasi Relawan di Baruga Lateya Ri Duni, Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone, Minggu (4/6). Kegiatan itu mengusung tema “Optimalisasi Generasi Milenial dalam Memahami Penyakit Infeksi Menular Seksual dan Mencegah HIV/AIDS”.

Agustina sapaan Muhammad Agus membenarkan dirinya hadir dalam acara tersebut. Dia juga mengakui dirinya merupakan Wakil Ketua Waria Kabupaten Bone.

“Di samping saya sebagai Wakil Ketua Waria, juga ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bone sebagai Duta HIV/AIDS untuk Kabupaten Bone,” kata Agus kepada detikSulsel, Kamis (8/6/2023).

Saat itu, Agustina diminta untuk memberikan gambaran umum terkait HIV/AIDS. Dia diberi waktu selama 5 menit.

“Pada waktu itu diberikan waktu 5 menit oleh moderator untuk memberikan gambaran umum mengenai hal-hal yang ada di lapangan,” katanya.

Saat itu, Agustina mengaku masih ingin menyampaikan banyak hal. Hanya saja dia dibatasi oleh waktu, sehingga tak sempat menjelaskan terkait kehadiran kelompok waria dan tujuannya di Bone.

“Padahal saya mau juga jelaskan Kerukunan Keluarga Waria Kabupaten Bone dibentuk pada tahun 1990 tujuannya bukan untuk memperbanyak waria, bukan untuk mengembangkan waria. Hanya mempermudah koordinasi, mengatur perilaku waria agar tidak berbuat seenak hati,” sebutnya.

Menurutnya, dalam video viral dirinya, banyak orang yang bisa saja salah paham. Dia mengatakan apa yang ada di dalam video tidak seluruhnya tersampaikan.

“Kalau misalnya ada gagal paham tentang penjelasan saya bisa saja, karena tujuan kami menjelaskan organisasi kami untuk mengatur perilaku waria khususnya. Yang ada di video itu hanyalah sebuah potongan sepenggal makanya banyak berkomentar negatif kenapa diberikan ruang, padahal saya berbicara dengan kapasitas sebagai Duta HIV/AIDS,” sambungnya.

Baca Juga:   Heboh, Sempat di Amuk Warga,Polres Sidrap Amankan Pencuri Gabah Bersama Barang Bukti

“Andai saya bukan Duta HIV/AIDS saya tidak akan berada di situ. Apalagi saya diundang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, makanya saya jelaskan pencegahan HIV/AIDS adalah menggunakan alat pengaman, istilah saya menggunakan alat pelampung. Jika menggunakan pelampung tidak akan terjun bebas,” jelasnya.

Dia menambahkan waria termasuk populasi kunci yang harus menggalakkan pencegahan HIV/AIDS.

“Tujuan kita cuman satu yakni optimalisasi pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS di Bone, karena kita mau zero HIV/AIDS tahun 2030. Kemudian yang hadir di kegiatan itu bukan cuman waria. Pada waktu itu banyak orang yang menganggap bahwa itu negatif yang saya paparkan, padahal tidak ada saya langgar, karena unsur forkopimda juga hadir. Yang jelas banyak pejabat yang hadir,” jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan itu dibuka oleh Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi. Kegiatan itu menghadirkan pembicara Dr. Kasmawar Abbas, Dr. Andi Melda Massakirang, dan Kepala Bidang P2P Dinkes Bone.