Warga di Sidrap Sulap Tanggul Menjadi Jalan Alternatif dengan Swadaya Masyarakat

Masrudin
14 Jun 2024 12:58
Daerah 0 2068
3 menit membaca

Sidraptimur.com, Sidrap — Dalam semangat gotong royong yang kental, warga Desa Kampale Sidrap, menorehkan prestasi luar biasa dengan berhasil membangun dan mengubah tanggul menjadi jalan alternatif dengan cara swadaya,(14/06/2024).

Pengerjaan pembangunan jalan ini merupakan bukti nyata kebersamaan dan kesungguhan masyarakat desa Kampale untuk memajukan daerah mereka serta berharap kelanjutan pembangunan sepenuhnya dari pemerintah terkait.

Dibutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, namun semangat tak kenal lelah mewarnai setiap langkah
mereka, mulai dari proses pengumpulan dana dari rumah ke rumah hingga pelaksanaan pengerjaan jalan sampai selesai, warga Desa Kampale menunjukkan kekompakan dan kebersamaan yang luar biasa.

Dalam sebuah wawancara, Onding, seorang warga desa Kampale menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi dan kerja nyata masyarakat. “Ini adalah bukti nyata bahwa dengan semangat gotong royong, kita bisa mencapai hal-hal besar yang bermanfaat untk masyarakat luas, dan juga usaha swadaya ini bukan hanya tentang membangun jalan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan persatuan di antara kita,” ujarnya dengan bangga.

Dukungan penuh dari tokoh masyarakat Desa kampale turut mengiringi langkah-langkah warga, tidak terkecuali seorang tokoh desa kampale, H Kemmang, sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat gotong royong yang ditanamkan oleh warga. “Saya sangat menghargai inisiatif masyarakat Desa Kampale. Ini adalah contoh yang sangat positif tentang bagaimana kemajuan dapat dicapai melalui kerja nyata dan kebersamaan,” katanya.

Saat ini penyempurnaan Pengerjaan tanggul sekaligus jalan poros yang dilalui warga desa kampale dan sekitarnya sudah mencapai 90% dengan swadaya, artinya warga sudah bisa melewati jalan tanggul ini dengan lancar tampa merasakan takut lagi karena hujan apa lagi terjadi banjir.

Sebetulnya proyek darurat pembuatan tanggul sekligus jalan tersebut dana nya sangatlah minim sehingga proyek tersebut belum bisa mengoptimalkan sesuai harapan warga, tanggul dirasa belum cukup ketinggian serta sebagian sisi-sisi tanggul belum terisi timbunan dengan penuh, sehingga apa bila terjadi banjir besar lagi maka tanggul akan jebol kembali.

Pada dasarnya dana swadaya yang terkumpul sebetulnya jauh dari cukup untuk penyempurnaan pengerjaan tanggul sekligus jalan poros desa kampale yang sering dilalui warga, tanggul jalan saat ini dinilai belum cukup ketinggian dan masih membutuhkan sertu timbunan sehingga apa bila ada donatur yang mau berpartisifasi maka warga kampale sangat berterimakasih.

Pembangunan jalan ini tidak hanya akan memudahkan aksesibilitas warga, tetapi juga akan membuka peluang ekonomi bagi daerah tersebut dan sekitarnya. Keberhasilan ini bukan hanya milik warga Kampale, tetapi untuk masyarakat luas dan juga menjadi inspirasi bagi banyak komunitas lainnya untuk bersatu dan berkarya serta bermanfaat bagi banyak orang.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *