
Jakarta, Sidraptimur.com — Harapan ribuan calon jemaah haji Indonesia yang menggantungkan niat suci mereka pada visa furoda pupus sudah. Kerajaan Arab Saudi secara mengejutkan menyetop penerbitan visa furoda untuk musim haji tahun ini, memicu kepanikan di kalangan penyelenggara haji khusus dan jemaah yang telah bersiap lahir batin.
Keputusan mendadak ini diumumkan hanya hitungan hari jelang pemberangkatan. Banyak biro perjalanan haji sudah terlanjur mengeluarkan dana besar untuk layanan, hotel, dan tiket pesawat. Ketua Humas DPP AMPHURI, Abdullah Mufid Mubarok, menyebut kerugian tak terelakkan.
“Sudah rugi di atas Rp1 hingga Rp2 miliar, apalagi kalau jemaahnya lebih dari 50 orang,” ungkapnya, getir.
Sebagian calon jemaah bahkan telah berada di Jakarta, berharap visa akan terbit di detik-detik terakhir sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun, kenyataan berkata lain: tak satu pun visa furoda yang keluar hingga hari ini.
Furoda: Jalur Khusus yang Kini Tertutup
Visa furoda adalah jalur non-kuota resmi, biasanya diperoleh lewat undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi. Biayanya fantastis—bisa mencapai Rp400 juta per orang—namun peminatnya tetap tinggi karena dianggap lebih cepat dan eksklusif.
Sayangnya, tahun ini semua pintu tertutup.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengaku prihatin dan menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan otoritas Arab Saudi, meskipun penerbitan visa sepenuhnya berada di luar wewenang pemerintah Indonesia.
“Kami tidak punya kuasa atas kebijakan visa furoda. Tapi kami akan berupaya membuka ruang diplomasi,” ujarnya.
5 Fakta Penting yang Perlu Diketahui:
Ibadah Tak Pernah Sia-Sia
Meski langkah kaki tertahan dan harapan terasa direnggut, Abdullah Mufid menyampaikan pesan menyentuh bagi para calon tamu Allah:
“Ibadah tak pernah sia-sia. Jika niat telah tertanam dan ikhtiar sudah ditempuh, yakinlah Allah akan mengganti dengan jalan terbaik—entah berupa rezeki, kesempatan lain, atau pahala yang berlipat ganda.”
Musim haji tahun ini menyisakan pelajaran pahit: bahwa untuk menuju Baitullah, tak cukup hanya dengan niat dan biaya, tapi juga restu dari langit… dan dari kebijakan sebuah kerajaan.
Tidak ada komentar