Syahruddin Alrif Turun ke Sawah, Siapkan Sidrap Jadi Lumbung Pangan Sulsel

Masrudin
9 Jun 2025 15:14
Sidrap 0 689
2 menit membaca

SIDRAP, Sidraptimur.com – Di tengah panasnya mentari pagi, tanah basah Dusun Pajalele menjadi saksi langkah nyata Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, yang tak segan menginjak lumpur demi satu cita besar: menjadikan Sidrap sebagai lumbung pangan utama Sulawesi Selatan.

Hari Senin (9/6/2025) menjadi momen penting. Bupati Syaharuddin turun langsung ke sawah di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, bersama para petani dari Kelompok Tani Mannennungeng. Tak hanya memantau—beliau ikut menanam padi menggunakan sistem pindah tanam dari persemaian, lengkap dengan sepatu khusus sawah.

“Ini bukan soal seremonial. Ini soal masa depan pangan Sidrap,” ucapnya tegas di hadapan para petani yang menyambutnya hangat.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati juga memberikan bonus khusus kepada tiga petani tercepat dan paling rapi dalam menanam padi. Sebuah cara sederhana tapi bermakna untuk mendorong semangat para pejuang pangan di tingkat akar rumput.

Target Ambisius: 1 Juta Ton Gabah Per Tahun

Tak tanggung-tanggung, Syaharuddin menargetkan produksi gabah kering mencapai 1 juta ton per tahun. Target ini, menurutnya, hanya mungkin tercapai dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.

> “Angka ini bukan mimpi, tapi misi yang bisa kita wujudkan bersama,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Hj. Haslindah Syaharuddin, Anggota DPRD Muhammad Tahir Umar, Camat Arnol Baramuli, Lurah Kanyuara Ranru Akkas, Babinsa Muhammad Aris, serta perwakilan Dinas Pertanian, penyuluh, dan tokoh masyarakat setempat.

Strategi Besar Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Sidrap dalam menjaga ketahanan pangan, memperkuat ekonomi lokal, serta mempercepat pencapaian target pertanian nasional.

Dengan komitmen yang tak hanya terdengar di ruang rapat, tapi juga terlihat nyata di tengah sawah, Sidrap perlahan namun pasti menanam masa depan—butir demi butir harapan, menuju gelar sebagai jantung pangan Sulawesi Selatan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x