
Sidrap, Sidraptimur.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat capaian signifikan dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Sebanyak 1.608 Kepala Keluarga (KK) berhasil keluar dari kategori miskin ekstrem berdasarkan hasil finalisasi Data P3KE Tahun 2024.
Rapat finalisasi dan serah terima data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) digelar pada Rabu, 25 Juni 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).
Acara berlangsung di ruang kerja Wabup dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Sosial, Nurhidayah, serta para camat se-Kabupaten Sidrap. Turut hadir pula Kabid Bapperida, Nasrah Anitasari Rasyid.
Dalam sambutannya, Wabup Nurkanaah menegaskan pentingnya validasi data secara akurat dan terukur.
“Dengan data yang telah diverifikasi, kita bisa melakukan intervensi tepat sasaran. Kalau hanya satu orang yang tergolong miskin ekstrem di suatu wilayah, kita tetap wajib turun tangan,” tegasnya.
Ia juga meminta para camat bertanggung jawab atas keabsahan data di wilayah masing-masing.
“Data ini menjadi rujukan pusat. Kalau camat sudah tandatangani, itu berarti siap bertanggung jawab,” ujarnya.
Wabup menambahkan bahwa data ini tidak hanya menjadi laporan, tetapi juga dasar dalam menyusun program intervensi konkret.
“Setelah ditetapkan melalui SK Bupati, data ini akan dibuka untuk publik. Baik OPD, Baznas, maupun para dermawan bisa melihat langsung siapa yang butuh bantuan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Nurkanaah menyebut program pengentasan kemiskinan tidak boleh hanya formalitas.
“Data wajib by name by address. Harus bisa dipertanggungjawabkan, kapan pun dibutuhkan,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan agar para camat menyosialisasikan data tersebut kepada masyarakat melalui berbagai forum.
“Gotong royong harus kita bangun. Mari kita ajak semua pihak turun tangan membantu mereka,” tuturnya.
Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada 11 Juni 2025 yang membahas serah terima dan finalisasi data hasil verifikasi.
Finalisasi dilakukan dengan mencocokkan data awal dan tambahan sesuai kondisi riil lapangan. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan dan serah terima resmi dari kecamatan ke kabupaten.
Fokus utama validasi kali ini adalah Data Desil 1, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas nasional dalam penghapusan kemiskinan ekstrem.
Hasilnya, jumlah KK miskin ekstrem di Sidrap yang semula 5.762 KK (29.053 jiwa) kini menyusut drastis menjadi 1.608 KK (5.618 jiwa) setelah verval.
Data ini akan menjadi rujukan resmi pemerintah dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan ke depan, termasuk kolaborasi dengan Baznas, OPD, dan para dermawan.
“Tahun depan, data ini akan digunakan untuk intervensi yang lebih terarah. Bupati sudah memberi contoh saat Ramadan kemarin dengan penyaluran modal usaha,” pungkas Wabup.(*)
Tidak ada komentar