Dari Kinapasan ke Google: Drama Heroik di Karnaval Tolitoli yang Bikin Merinding

Masrudin
18 Agu 2025 14:38
Toli-Toli 0 540
2 menit membaca

Tolitoli, Sidraptimur.com — Semarak merah putih kembali berkibar megah. Udara penuh gegap gempita menyelimuti Basi Dondo, Kabupaten Tolitoli, Minggu (17/8/2025). Rakyat bersatu dalam riang perayaan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80.

Di tengah karnaval yang meriah, sebuah drama pendek dari TP-PKK Desa Kinapasan berhasil mencuri sorotan. Dengan tema “Perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda”, penampilan ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah pengingat betapa getirnya perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan.

Lengkap dengan kostum perjuangan, ekspresi yang hidup, dan lantunan semangat kebangsaan, drama itu membuat warga seakan dibawa kembali ke masa silam. Suasana pun larut dalam haru dan kebanggaan.

Tak heran, warga menyambut dengan antusias, penuh kegembiraan, dan sorak sorai. Walaupun tim TP-PKK Desa Kinapasan hanya meraih peringkat ketiga dari banyaknya peserta karnaval tahun ini, semangat mereka tetap menjadi hiburan yang menghangatkan hati masyarakat.

Kepuasan pun terasa dari para peserta yang tergabung dalam tim karnaval ini. Sumarta, seorang aktivis muda sekaligus petugas kesehatan berbakat di Desa Kinapasan, menjadi sosok di balik ide kreatif tersebut. Bersama rekan-rekannya, ia menggagas penampilan unik yang akhirnya sukses menghibur warga.

“Melalui karnaval ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perjuangan nenek moyang jangan pernah dikhianati. Kata merdeka masih harus diperjuangkan agar benar-benar terasa sempurna di tengah masyarakat,” ujar Sumarta dengan penuh keyakinan.

Karnaval pun menjelma menjadi panggung sejarah mini, tempat rakyat Tolitoli merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan pesta, melainkan juga dengan renungan.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *