Serka Sahrir, Hati TNI di Lumpur Sawah Sidrap

Masrudin
3 Sep 2025 14:10
Ragam 0 161
2 menit membaca

Sidraptimur.com, Sidrap – Tentara identik dengan barak, senjata, dan medan perang. Namun di ujung timur Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tepatnya di Kecamatan Dua Pitue, Desa Kampale, ada sosok prajurit yang memilih medan berbeda. Ia bukan berperang dengan peluru, melainkan berjuang bersama petani melawan hama dan ketidakpastian panen, Rabu (03/09/2025)

Namanya Serka Sahrir. Seorang tentara yang tak segan menanggalkan atribut kebesaran untuk menyusuri pematang sawah. Langkahnya ringan, tapi sarat makna. Bukan sekadar menjaga negeri, melainkan ikut menumbuhkan kehidupan dari butir padi.

Tentara dan Sawah, Dua Dunia yang Bertemu

Setiap musim panen, Serka Sahrir hadir di tengah petani Desa Kampalr. Ia memberi semangat, membantu mengangkut hasil panen, bahkan ikut menimba ilmu tani dari warga setempat. Baginya, tanah sawah adalah ” medan juang sunyi ” tempat rakyat menggantungkan harapan.

Seperti perisai yang melindungi, kehadirannya membuat warga lebih percaya diri menghadapi musim panen. Ia tak hanya mengawal ketahanan negara, tetapi juga menjaga ketahanan pangan.

Dedikasi Tanpa Batas

“Bersama rakyat, tentara kuat.” Slogan itu benar-benar dihidupi Serka Sahrir. Ia membuktikan bahwa seorang prajurit tak hanya berdiri gagah di garis depan, melainkan juga hadir di tengah kehidupan sehari-hari.

“Bagi saya, membantu petani sama mulianya dengan menjaga perbatasan. Karena dari sawah inilah lahir kekuatan bangsa,” ucap Serka Sahrir sambil tersenyum di sela-sela panen padi Desa Kampale

Bagi petani Kampale, Serka Sahrir adalah teman seperjuangan. Layaknya padi yang kian merunduk saat berisi, dedikasi tentara ini semakin terlihat dalam kesederhanaan langkahnya.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *