20 Tahun Tak Tersentuh, Pengusaha Muda Ini Bedah Rumah Prajurit Sidrap

Masrudin
20 Agu 2026 14:59
Tokoh 0 54
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Ada cerita menarik di balik kunjungan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (20/8/2026).

Bukan hanya soal peresmian rumah prajurit. Ada sebuah hunian milik prajurit Kodim 1420 Sidrap yang selama sekitar 20 tahun belum pernah tersentuh renovasi.

Kini, rumah tersebut berubah.

Perbaikannya terwujud melalui bantuan swadaya seorang pengusaha muda asal Sidrap, H. Saharuddin alias H. Landulung, salah satu direktur perusahaan penggilingan padi Cahaya 9 di Kecamatan Watang Pulu.

Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat tinggal prajurit dan keluarganya itu akhirnya mendapatkan perhatian.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko kemudian meresmikan langsung rumah yang telah selesai direnovasi tersebut.

Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar mengatakan, kondisi rumah yang telah berusia puluhan tahun menjadi salah satu alasan perlunya dilakukan perbaikan.

«“Perumahan ini sudah sekitar 20 tahun belum pernah direnovasi,” ujar Andi Zulhakim.»

Menurutnya, hunian yang layak bukan sekadar soal bangunan. Kenyamanan tempat tinggal juga berkaitan dengan ketenangan prajurit dalam menjalankan tugas bersama keluarganya.

Karena itu, ia menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian yang memberikan manfaat langsung bagi prajurit.

Yang menarik, kolaborasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Pangdam.

Usai peresmian, suasana berlangsung hangat. Pangdam berbincang dengan H. Landulung dan bahkan berpelukan dengan pengusaha muda tersebut.

Momen itu menjadi simbol kedekatan antara TNI dan dunia usaha dalam membangun kepedulian sosial di daerah.

Bagi Pangdam, perhatian terhadap prajurit tidak hanya menjadi tanggung jawab internal TNI. Dukungan masyarakat dan dunia usaha juga dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan personel.

Namun, pesan Pangdam tidak berhenti pada urusan rumah prajurit.

Ia juga meminta jajaran TNI terus memperkuat sinergi dengan masyarakat, dunia usaha dan Bulog, terutama dalam menjaga ketahanan pangan.

Menurutnya, TNI harus hadir sejak petani memulai aktivitas di sawah hingga hasil panen terserap dengan baik.

Kebutuhan air dan pupuk, kata dia, harus ikut dikawal. Begitu pula ketika memasuki masa panen.

«“TNI harus hadir mendampingi dan memastikan kebutuhan air dan pupuk para petani hingga panen,” tegasnya.»

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam juga meresmikan sumur bor yang disumbangkan bagi prajurit di Koramil 05 Dim 1420 Sidrap.

Dua bantuan itu memiliki cerita berbeda, tetapi bermuara pada hal yang sama: membuat kebutuhan dasar prajurit lebih layak sekaligus memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat dan dunia usaha.

Di Sidrap, kolaborasi itu kini bukan hanya terlihat dalam sebuah seremoni. Manfaatnya bisa dilihat langsung dari rumah prajurit yang setelah dua dekade akhirnya kembali mendapatkan sentuhan perbaikan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *