AKP Aiyub Pimpin Aksi Kemanusiaan, Water Cannon Polres Sidrap Basahi Sawah 80 Are yang Mengering

Masrudin
14 Agu 2026 07:06
Sidrap 0 32
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Water cannon biasanya identik dengan pengamanan aksi massa, pengendalian kerumunan, atau tugas-tugas kepolisian di kawasan perkotaan.

Namun pemandangan berbeda terlihat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (13/8/2026).

Kendaraan taktis milik Polres Sidrap itu justru bergerak menuju hamparan sawah.

Bukan untuk membubarkan kerumunan.

Melainkan untuk menyelamatkan tanaman padi yang mulai terancam kekeringan.

Personel Satuan Samapta Polres Sidrap yang dipimpin Kasat Samapta AKP Aiyub turun langsung membantu petani dengan menyemprotkan air menggunakan kendaraan water cannon ke lahan persawahan milik H. Mustamin (50), warga Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng.

Lahan seluas sekitar 80 are itu mengalami kesulitan pasokan air akibat menurunnya debit pengairan yang selama ini menghidupi areal persawahan warga.

Di tengah musim yang tidak bersahabat, tanaman padi mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan air.

Kondisi tersebut membuat petani khawatir hasil panennya terancam.

Melihat situasi itu, Polres Sidrap mengambil langkah cepat.

Air yang dibawa kendaraan taktis kemudian disemprotkan ke area persawahan guna membantu memenuhi kebutuhan air tanaman.

Meski bersifat sementara, bantuan tersebut memberi harapan bagi petani yang sedang menghadapi ancaman gagal panen.

Bagi masyarakat Sidrap yang dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan Sulawesi Selatan, air bukan sekadar kebutuhan.

Air adalah penentu keberlangsungan musim tanam.

Karena itu, setiap upaya menjaga lahan pertanian tetap produktif memiliki arti penting bagi petani.

H. Mustamin mengaku bersyukur atas kepedulian jajaran Polres Sidrap yang turun langsung membantu sawah miliknya.

Ia menyampaikan terima kasih atas respons cepat yang diberikan saat lahannya mengalami kekeringan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Sidrap atas bantuan ini. Semoga menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi petani,” ujarnya.

Aksi tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Di Bumi Nene Mallomo, kendaraan yang biasanya bertugas menjaga stabilitas di jalan raya itu, hari ini mengambil peran lain.

Menjaga harapan petani di tengah sawah yang mulai kehausan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *