Lahan Cuma 25 Are, Petani Sidrap Ini Berhasil Panen 2,52 Ton Gabah

Masrudin
29 Agu 2026 05:09
Sidrap 0 13
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Kemarau panjang tak selalu berarti sawah harus berhenti berproduksi. Di Desa Padangloang Alau, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Muhammad Yunus justru menunjukkan sebaliknya.

Saat cuaca kering menguji ketahanan petani, anggota Kelompok Tani Masumpuloloe itu berhasil memanen 2,52 ton gabah dari lahan hanya 25 are.

Sebanyak 20 karung gabah berhasil dikumpulkan dari lahan tersebut. Jika dihitung berdasarkan harga gabah sekitar Rp7.700 per kilogram, hasil panen Muhammad Yunus memiliki nilai produksi kotor sekitar Rp19,4 juta.

Capaian itu tentu bukan datang begitu saja. Di tengah kondisi musim yang tidak menentu, pengelolaan lahan dan ketekunan menjadi kunci agar tanaman tetap tumbuh hingga masa panen.

Bagi petani, setiap bulir gabah yang dipanen adalah hasil dari proses panjang. Mulai dari menyiapkan lahan, merawat tanaman, menghadapi perubahan cuaca, hingga akhirnya melihat hasil kerja keras berubah menjadi tumpukan gabah.

Panen Muhammad Yunus menjadi gambaran bahwa kemarau bukan akhir dari produktivitas pertanian. Justru dalam kondisi sulit, kemampuan petani beradaptasi menjadi penentu apakah sawah tetap menghasilkan atau sebaliknya.

Dari lahan seluas 25 are, Muhammad Yunus membawa pulang 2,52 ton gabah. Angka itu mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya ada pesan besar: ketika alam menguji, petani Sidrap memilih tetap bekerja dan menjaga harapan.

Di tengah upaya menjaga produksi pangan daerah, kisah seperti Muhammad Yunus menjadi potret bahwa kekuatan pertanian Sidrap tidak hanya terletak pada luasnya lahan, tetapi juga pada kegigihan para petaninya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *