
Sidrap, Sidraptimur.com — Kemarau dan dampak El Nino tak mampu mematikan harapan petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Di saat kekeringan mengancam lahan pertanian di berbagai daerah, sawah di Sidrap justru tetap hijau dan menghasilkan panen.
Bukti itu terlihat nyata di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis (10/9/2026). Di tengah keterbatasan pasokan air, hamparan sawah masih berdiri menghijau hingga memasuki masa panen.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad Mayor Jenderal TNI Wulang Nur Yudhanto turun langsung memanen padi menggunakan combine harvester.
Turut hadir Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Dandim 1420/Sidrap Letkol Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, jajaran PJU Divif 3 Kostrad, perwakilan DPRD Sidrap, jajaran Kodim 1420/Sidrap, kepala OPD terkait, Forkopimcam Watang Sidenreng, Persit, serta masyarakat.
Dari lahan sekitar 20 are, petani berhasil memanen hampir 1,9 ton gabah. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa produksi pangan masih mampu dipertahankan meski ancaman kekeringan terus membayangi.
92 Persen Sawah Masih Panen
Bupati Syaharuddin Alrif mengungkapkan, dari sekitar 52.000 hektare sawah yang ditanami di Sidrap tahun ini, sekitar 92 persen masih berhasil dipanen. Sementara sekitar 8 persen lainnya mengalami gagal panen akibat dampak kekeringan.
“Dari 52.000 hektare yang kita tanam tahun ini, ada yang gagal, tetapi hanya sekitar 8 persen. Artinya, 92 persen alhamdulillah masih bisa panen,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi petani selama kemarau adalah menurunnya debit air irigasi.
Pemkab Sidrap pun tidak tinggal diam. Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga tanaman tetap mendapatkan pasokan air, mulai dari pemanfaatan sumber air alternatif dari Danau Sidenreng, pengeboran sumur, hingga program listrik masuk sawah untuk mendukung pengoperasian pompa air.
Upaya tersebut diarahkan agar tanaman tidak kekurangan air hingga memasuki fase panen.
Pangdivif 3 Kostrad: “Saya Sudah Buktikan, Sidrap Masih Hijau”
Kondisi pertanian Sidrap bahkan mendapat apresiasi langsung dari Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto.
Sebelum turun ke lokasi panen, Wulang terlebih dahulu melihat kondisi wilayah pertanian Sidrap dari udara menggunakan helikopter.
Dari atas, ia menyaksikan hamparan persawahan yang masih menghijau di tengah kondisi kekeringan.
“Saya sudah buktikan wilayah Sidrap. Walaupun seluruh Indonesia terkena kekeringan, di sini masih hijau,” ujar Wulang.
Bagi Wulang, kondisi tersebut bukan sekadar pemandangan, tetapi menjadi bukti adanya kerja nyata pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mempertahankan produktivitas pertanian.
Ia pun memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan pemerintah daerah yang dinilai hadir langsung menjawab persoalan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
TNI Siap Perkuat Ketahanan Pangan Sidrap
Wulang menegaskan, TNI siap terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, setiap potensi dukungan yang dapat diberikan TNI akan diupayakan untuk membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi persoalan pangan dan kesejahteraan.
“TNI memang harus bekerja sama. Apa pun bentuknya, sekecil mungkin yang bisa kami kerjakan, pasti kami kerjakan,” katanya.
Ia menambahkan, perangkat kewilayahan TNI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan.
Panen di Kanyuara akhirnya bukan sekadar seremoni memotong bulir padi.
Di tengah ancaman El Nino, hamparan sawah yang tetap hijau menjadi simbol bahwa kerja bersama, inovasi pengairan, dan ketekunan petani mampu menjaga denyut produksi pangan tetap hidup.
Tidak ada komentar