
Syaharuddin juga membuka peluang kerja sama komoditas lain, termasuk kelapa dari Minahasa. “Komoditas lainnya ada juga di Minahasa. Saya sering beli bibit kelapa dari Minahasa. Itu hal yang boleh dikerjasamakan. Secara teknis nanti kami akan bicarakan,” ujarnya.
Dari sisi distribusi, Bupati menyebut Sidrap telah memiliki jaringan pemasaran yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia. “Kami di sini mengirimkan kurang lebih 100 truk per hari mengirim ke seluruh Indonesia. Untuk bagian Indonesia Timur itu setiap hari dikirim secara konvensional,” katanya.
Ia optimistis kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik, terlebih dengan dukungan berbagai pihak termasuk Bank Indonesia. “Intinya kerja sama ini boleh, apalagi dari Bank Indonesia akan disubsidi. Betul-betul bisnis ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Syaharuddin menambahkan, penguatan sektor pangan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap pada 2025 mencapai 7,7 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah produktivitas kami meningkat. Makanya di tahun 2025 kami pertumbuhan ekonominya tertinggi di Sulawesi Selatan.
Sebelumnya kami hanya 4 persen. Setelah kami bekerja maksimal, upaya maksimal, walaupun APBD kurang 1 triliun dari sebelumnya 1,3, tapi tanpa itu kami bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi kami dari 4 persen naik 7,7 persen. Dan itu tertinggi di Sulawesi, urutan ke-5,” pungkasnya.
Tidak ada komentar