Sidrap Jaga Ketahanan Pangan, Panen Padaloang Alau Tembus 11,6 Ton Gabah per Hektare

Masrudin
7 Sep 2026 22:11
Sidrap 0 22
3 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com – Di tengah tantangan kemarau panjang akibat fenomena El Nino, petani di Desa Padaloang Alau, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tetap mampu mencatat hasil panen padi yang menggembirakan.

Kondisi itu tergambar saat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama petani melakukan panen padi di lahan milik Madi, salah seorang petani Desa Padaloang Alau, Senin (7/9/2026).

Panen tersebut menjadi bukti produktivitas sektor pertanian Sidrap tetap terjaga di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

Kehadiran Bupati disambut antusias oleh petani dan masyarakat setempat. Turut hadir Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, perwakilan BPS, jajaran Dinas TPHPKP Sidrap, Camat Duapitue, Kepala Desa Padaloang Alau, penyuluh pertanian, serta unsur Forkopimcam.

Syaharuddin Alrif memimpin panen menggunakan combine harvester, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para petani.

“Alhamdulillah hari ini kita panen padi di Padaloang Alau. Hasilnya bagus, melimpah. Ini bukti kerja keras para petani kita dan dukungan pemerintah melalui pendampingan serta sarana pertanian,” ujar Syaharuddin.

Ia menyampaikan, capaian pertanian Sidrap di tengah kemarau menjadi perhatian hingga tingkat nasional. Menurutnya, saat rapat bersama kepala daerah seluruh Indonesia, Menteri Dalam Negeri menyampaikan Sidrap sebagai salah satu daerah yang dapat menjadi contoh dalam menjaga produktivitas pertanian.

“Di tengah kemarau El Nino, kita tidak hanya menjadi contoh di Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi contoh di Indonesia. Walaupun kemarau, kita tetap bisa panen raya,” ungkapnya.

Pada panen tersebut, produktivitas padi di lahan Padaloang Alau mencapai sekitar 11,6 ton gabah per hektare. Dengan asumsi harga gabah Rp7.800 per kilogram, satu hektare sawah mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp90 juta.

Syaharuddin menyebut, Desa Padaloang Alau memiliki luas areal persawahan sekitar 591 hektare. Jika rata-rata produktivitas tersebut dapat dipertahankan, nilai ekonomi satu kali musim panen di wilayah tersebut mencapai sekitar Rp53,4 miliar.

“Kalau dua kali panen dalam setahun, potensinya bisa mencapai lebih dari Rp106 miliar. Ini menjadi potensi besar bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Ia menambahkan, Kecamatan Duapitue memiliki total lahan sawah sekitar 5.768 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Tanru Tedong, Salobukkang, dan Salomallori. Dengan produktivitas rata-rata yang sama, potensi ekonomi pertanian Kecamatan Duapitue dalam satu kali panen diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 miliar.

“Kalau dua kali panen, potensi perputaran ekonomi pertanian Duapitue bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun,” jelasnya.

Bupati juga mengajak petani untuk mensyukuri hasil panen dengan meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat pertanian. Hal tersebut akan disampaikan kembali dalam kegiatan Mappadendang bersama tokoh agama dan Baznas Sidrap.

Selain menjaga produksi, Pemkab Sidrap juga menyiapkan penguatan pertanian modern di Kecamatan Duapitue. Program tersebut mencakup penggunaan metode tanam modern, bantuan benih, peningkatan pemupukan, serta penguatan sarana irigasi.

Untuk pertanian modern, petani yang mendaftar akan mendapatkan bantuan benih sebanyak 70 kilogram per hektare. Saat ini, sebanyak 15 kelompok tani di Padaloang Alau telah mulai mengikuti program tersebut.

“Model tanamnya nanti lebih padat dan lebih rapat, ditambah penggunaan pupuk organik minimal satu ton per hektare. Tujuannya agar hasil produksi meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.

Syaharuddin juga meminta kelompok tani mengusulkan perbaikan jaringan irigasi tersier agar secara bertahap dapat dibangun dengan konstruksi beton. Menurutnya, penguatan infrastruktur pertanian menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

Sementara itu, Anggota DPRD Sidrap Kartini Bekka menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus hadir mendukung masyarakat, khususnya petani.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati bersama jajaran pemerintah yang selalu menyempatkan hadir di tengah masyarakat. Mudah-mudahan kerja sama pemerintah dan masyarakat terus berjalan sehingga Sidrap semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *