Akademisi UNTAD Gelar sosialisasi Pengembangan BUMDes di Wilayah Dampal selatan kabupaten Tolitoli

Masrudin
8 Agu 2024 02:23
Toli-Toli 0 283
2 menit membaca

Sidraptimur.com, Sidrap — Akademisi universitas tadulako yang di ketua oleh Prof. Dr. Slamet Riadi, M.Si bersama rombongan melakukan sosialisasi yang berkaitan dengan Arah kebijakan Pemerintah dalam pengembangan BUMDes di 13 desa di kecamatan Dampal selatan pada tgl 29 juli 2024 yang lalu.

Prof. Dr. Slamet Riadi, M.Si merupakan akademisi Universitas Tadulako yang ahli di bidang kebijakan publik.

Dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi ini di lakukan dengan tujuan:

1. Untuk memenuhi salah satu kewajiban tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat yang terprogram setiap tahunnya

2. Sosialisasi ini dilakukan guna memberikan wawasan pengetahuan bagi pemerintah desa dan mitranya (BUMDes) untuk produktif dalam menjalankan program-prgram BUMDes tersebut

Sebab tujuan di didirikannya BUMDes adalah untuk meningkatkan perekonomian desa dan secara regulasi, BUMDes di beri kewenangan untuk seluas-luasnya mengembangkan dirinya, hal ini sesuai dengan PP nomor 11 tahun 2021.

Dalam kegiatan ini, Moh. Royfandi. B Dg. Mallawa, S.Sos.,M.A.P menambahkan bahawa untuk mengembangkan BUMDes di setiap desa tidak hanya menyediakan jaza pelayanan seperti penyediaan penyewaan tertowoan dan kursi saja, namun dapat memanfaatkan potensi desa yang di miliki.

Roy merupakan putra asli Dampal dan dosen Fisip universitas tadulako mengatakan, bahwa kecamatan Dampal Selatan memiliki sumber daya alam yang sangat memadai guna mendukung program-program BUMDes

Salah satunya adalah potensi wisata seperti wisata pantai, air panas, air terjun yang terdapat di wilayah Dampal Selatan ini.

Selain itu, Roy juga menambahkan bahwa “Selain potensi wisata, pada bidang pertanian juga bisa di manfaatkan sebagai salah satu program BUMDes”.

“Seperti hasil pertanian dapat menjadi peluang bisnis dan menjadi sumber pemasukan BUMDes itu sendiri, seperti arang dari hasil petani kelapa” Ujarnya.

Roy juga mengatakan, “Bahwa pembeli arang di wilayah kecamatan Dampal selatan dilakukan secara individual, lalu mengapa bukan BUMDes yang melakukan hal demikian, jika pengurus BUMDes mampu memanfaatkan peluang-peluang bisinis tersebut, maka BUMDes tersebut tidak mengalami mati suri atau macet”.

BUMDes mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak daerag jika BUMDes nya sehat. Karena mengelola BUMDes yang sehat di butuhkan SDM yang memadai, baik dari segi pendidikan maupun dari skil/pengalaman, ujarnya.

Diketahui Erdianysah, S.Sos.,M.Si yang tergabung dalam tim pengabdian ini juga merupakan dosen Fisip universitas Tadulako.

“BUMDes yang sudah mempunyai produk dari hasil karya mereka di sarankan untuk membuat Hak Cipta melalui Kementerian Hukum dan Ham, sehingga produk tersebut tidak dapat di klaim oleh pihak lain” Tutup Erdianysah.

Hadi(Televisi Sulteng)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *