Seorang Pemotor Nyaris Terjun Bebas Dijalan Bekas Amblas Desa Kampale Sidrap

Masrudin
20 Mar 2024 20:38
Headline 0 1132
2 menit membaca

Sidraptimur.com, Sidrap — Sebuah insiden mencekam mengguncang Desa Kampale pada Kamis dini hari, ketika seorang pemotor hampir saja mengalami tragedi mengerikan di jalan poros desa tersebut. Sekitar pukul 03.00 pagi, pemotor yang belum diidentifikasi dengan jelas diketahui melaju dengan kecepatan tinggi di sepanjang jalan yang berada di atas bekas amblasnya tanah. Tanpa diduga, kendaraan tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan nyaris terjun bebas ke jurang yang curam.

Beruntung, keberanian dan tanggapnya beberapa warga sekitar mencegah tragedi lebih lanjut. Mereka segera menarik pemotor tersebut kembali ke jalanan yang aman dan membawanya ke rumah warga terdekat untuk memberikan pertolongan pertama. Saksi mata, Aris, menyatakan bahwa pemotor tersebut mungkin belum akrab dengan kondisi jalan yang berbahaya tersebut, mengingat bekas longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Identitas pemotor akhirnya terungkap setelah seorang saksi menemukan dompet dan ponsel miliknya, dan segera menghubungi keluarganya. Diketahui bahwa pemotor berasal dari Desa Bola Mallimpong, Kabupaten Wajo, dalam perjalanannya menuju arah Tanru Tedong, Sidrap, memilih jalur tercepat melalui jalan poros Kampale yang terkenal dengan bahaya bekas longsor.

Meskipun mengalami luka ringan di bagian kepala, tindakan cepat dan tanggap warga sekitar berhasil memberikan perawatan sementara sebelum keluarga pemotor datang untuk membawanya. Kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat kesalahan manusia, di mana pemotor melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan kondisi jalan yang berbahaya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama di sekitar area jalan poros Kampale yang masih rentan terhadap bahaya bekas amblas. Dengan adanya peristiwa ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya keamanan berkendara semakin meningkat di masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *