Waspada Paparan Limbah Medis B3 di Kabupaten Buol, Begini Dampaknya!

Masrudin
1 Agu 2024 08:42
Buol 0 854
3 menit membaca

Sidraptimur.com, Kabupaten Buol – Masyarakat Kabupaten Buol diimbau untuk waspada terkait paparan limbah medis berbahaya yang dapat mencemari habitat lingkungan hidup
(01/08/04)

Berawal dari Penelusuran Jurnalis Koranindigo.com dan Televisi Sulteng saat bau tak sedap menyengat diarea belakang RSUD Mokoyurli,

Pada saat itu pandangan tertuju ke bak kontener sampah hidrolis yang disediakan oleh DLH untuk pembuangan limbah non medis, namun faktanya ditemukan limbah medis B3 berupa perban luka bercak darah, masker, botol obat, dan alat suntik serta sarung tangan bekas di temukan dihalaman rumah sakit.

Untuk memastikan dugaan, penelusuran pun berlanjut ke lokasi TPA Komaligon kabupaten Buol dan benar, tim menemukan tumpukan sampah limbah non medis bercampur limbah medis dilokasi tersebut yang sebagian diduga sengaja dibakar untuk menghilangkan barang bukti.

Kuat dugaan Limbah non medis yang tercampur dengan limbah medis B3 tersebut bersumber dari limbah medis B3 RSUD Mokoyurli Buol.

Di lokasi, Penampakan tempat pembuangan sampah atau (TPA) Komaligon terlihat sisah pembakaran limbah medis B3 masih berasap dan belum seluruhnya terbakar berupa selang Infus, botol Infus, alat suntikan, botol obat dan masker.

Sebelumnya dr Maryati Ismail, Direktur RSUD Mokoyurli Kabupaten buol diminta keterangan terkait hal tersebut oleh wartawan televisi Sulteng 29 Juli 2024.

“Pengolahan Limbah Medis B3 Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buol ini sudah di anggarkan dari dana BLUD kurang lebih 1 M.” dalam pertahunnya untuk dikelolah dengan baik dan bekerjasama dengan perusahaan pengolah limbah medis B3 dalam pemusnahan limbah asal Provinsi Jawa Barat yaitu PT. Loyalitas Teje Group ( PTLTG )” Ujarnya.

Lanjut dr Maryati Ismail, “Limbah Medis B3 RSUD Buol tiap bulan diangkut dijemput oleh pihak ketiga. Jika ada yang ditemukan bekas pembakaran yang diduga limbah medis B3 dan limbah medis Lainya tercecer dalam kontener bak truk sampah hidrolik.” selaku Direktur RSUD Ia akan mengambil tindakan sesuai dengan prosedur Tata Kelola limbah medis B3, dan Mohon Tidak di Publis,” sebab RSUD Buol baru-baru ini telah meraih AkreditasTingkat PARIPURNA .

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *