Pantang Pulang Sebelum Aliran Lancar: Totalitas Bupati Demi Warga Bebas Banjir

Masrudin
16 Mei 2026 00:33
Sidrap 0 8
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com – Tanpa kenal lelah, sejak pagi hingga larut malam, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin langsung proses pembersihan drainase di sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Tellu Limpoe, Jumat (15/5/2026).

Bupati turun ke lapangan bersama Dinas PSDA, Biciptapera, BPBD, Satpol PP dan Damkar, PDAM, Dinas Sosial, TNI, Polri, aparat kecamatan, dan unsur lainnya untuk mengangkat lumpur serta sampah yang menyumbat saluran air.

Fokus pembersihan dilakukan di titik-titik kritis yang menjadi penyebab genangan saat hujan deras mengguyur.

Hingga pukul 23.00 WITA, Bupati masih berada di lokasi untuk memastikan alat berat bekerja maksimal. Ia juga memantau langsung pegawai PDAM yang menertibkan pipa-pipa penyebab tersumbatnya drainase.

“Saya tidak akan pulang sebelum saluran ini benar-benar lancar. Kalau drainase tersumbat, air pasti meluap. Jadi harus tuntas malam ini,” tegas Syaharuddin di sela kegiatan.

Ia menginstruksikan petugas untuk segera memindahkan dan menata ulang pipa PDAM yang melintang di tengah saluran.

Setelah berjam-jam bekerja sejak pagi, tim gabungan akhirnya berhasil menembus sumbatan utama drainase yang menjadi penyebab banjir.

“Akhirnya sumbatan utama yang mengakibatkan banjir di Kelurahan Toddang Pulu, Baula, Arateng, dan Amparita bisa kita tembuskan,” ujar Syaharuddin.

Dari dalam saluran, petugas mengangkat tumpukan sampah yang sudah lama tertimbun. Hasilnya, kurang lebih dua truk sampah berhasil dikeluarkan dari bawah drainase.

Sampah yang ditemukan didominasi oleh plastik, kayu, dan material rumah tangga yang dibuang sembarangan ke saluran air. Kondisi ini yang membuat air tidak bisa mengalir saat hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir.

Oleh karena itu, Bupati Syaharuddin Alrif mengimbau seluruh pihak untuk peduli dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Pertama, tidak buang sampah lagi ke drainase. Kedua, kalau ada acara atau ada sampah, silakan hubungi pihak kecamatan, nanti sampahnya dijemput. Ketiga, drainase dan got di depan rumah masing-masing kita bersihkan supaya Amparita terbebas dari banjir lagi,” jelasnya.

Syaharuddin juga menyampaikan terima kasih kepada petugas dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih semuanya. Akhirnya titik krusial ini bisa kita atasi. Semoga nanti tidak terdampak lagi banjir dan genangan yang tinggi di Kecamatan Tellu Limpoe, meliputi Baula, Toddang Pulu, Arateng, dan Amparita,” pungkas Syaharuddin.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *