El Nino Mengeringkan Sawah Arateng, Bupati Sidrap Turun Tangan! 18 Pompa Air Langsung Digelontorkan untuk Petani

Masrudin
31 Agu 2026 23:19
Sidrap 0 37
3 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com — Kekeringan akibat fenomena El Nino mulai mengancam lahan pertanian di Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Namun, petani tidak dibiarkan menghadapi ancaman itu sendirian.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turun langsung mengecek kondisi persawahan sekaligus memastikan ketersediaan sumber air bagi petani, Senin (31/8/2026).

Tak sekadar melihat kondisi di lapangan, Syaharuddin langsung mengambil langkah konkret. Sebanyak 18 unit pompa air diserahkan kepada kelompok tani untuk digunakan bersama dalam memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan.

Langkah tersebut menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah daerah tidak ingin hanya menunggu air mengalir melalui saluran tersier ketika sawah petani mulai mengering.

“Saya langsung telepon Dinas Pertanian setelah melihat kondisi masyarakat. Kita bawa 18 pompa. Pompa ini menjadi milik bersama, semua kelompok tani silakan dipakai,” tegas Syaharuddin.

Bupati juga turun langsung meninjau Danau Sidenreng, salah satu sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat. Penurunan debit air danau memang ikut memperparah kondisi lahan pertanian di sekitar Arateng.

Namun, Syaharuddin menegaskan bahwa kekeringan bukan alasan untuk menyerah.

Semua potensi sumber air harus dicari, diusahakan dan dimanfaatkan.

Pemerintah daerah bahkan menyiapkan sejumlah skema alternatif agar kebutuhan air petani tidak hanya bergantung pada aliran tersier.

Salah satunya dengan mengupayakan pengaliran air dari jaringan ledeng. Jika debit air memungkinkan, pompa berukuran kecil akan digunakan untuk mengalirkan air menuju area persawahan.

“Besok akan dibantu alirkan air dari ledeng. Kalau ada air dari ledeng, kita pakai pompa kecil untuk mengambil air dari irigasi,” ujarnya.

Tak berhenti di situ. Sumber air dari Danau Sidenreng juga akan dimaksimalkan. Syaharuddin meminta seluruh pemilik pompa di sekitar danau ikut bergerak memanfaatkan air yang masih tersedia.

“Air dari danau harus kita usahakan. Semua yang punya pompa di situ harus diusahakan pompanya,” katanya.

Pemerintah juga akan melakukan pengerukan di sekitar sumber air untuk membantu membuka dan memperlancar aliran. Saluran air di sekitar sungai akan dioptimalkan dengan melibatkan kelompok tani melalui kerja bakti.

Satu per satu persoalan teknis di lapangan langsung dibidik.

Pompa berukuran enam inci yang mengalami kerusakan juga menjadi perhatian Bupati. Syaharuddin memastikan pompa tersebut akan diganti agar kembali dapat digunakan petani.

Begitu pula dengan pompa Serasi. Pemerintah akan memberikan bantuan perpipaan agar jangkauan aliran air semakin jauh. Saat ini, pipa yang tersedia baru sekitar 100 meter dan akan diperpanjang hingga mencapai saluran tersier.

“Pompa Serasi pipanya baru 100 meter. Nanti kita berikan bantuan perpipaan supaya pipanya ditambah dan ditarik sampai ke tersier,” jelasnya.

Bukan Hanya Air, Jalan Tani Juga dinenahi

Perhatian pemerintah tidak berhenti pada persoalan air.

Akses petani menuju lahan juga menjadi perhatian. Syaharuddin menyebut terdapat sekitar 8 kilometer jalan tani yang perlu ditangani. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 kilometer sudah dipersiapkan untuk dikerjakan.

“Saya cek tadi ada kurang lebih 8 kilometer yang akan kita kerjakan. Tiga kilometer sudah kita persiapkan,” ungkapnya.

Bagi Syaharuddin, menghadapi kekeringan membutuhkan keberanian untuk mencari solusi, bukan sekadar menunggu keadaan berubah.

Ia bahkan menegaskan bahwa potensi sumber air di wilayah tersebut masih sangat besar jika dikelola secara maksimal.

“Potensi air kita banyak sekali. Kendalanya selama ini karena hanya terbiasa menunggu air lewat tersier. Saya sangat optimistis, saya yakin bisa,” tegasnya.

Pesan itu menjadi penegasan: ketika sawah terancam kekeringan, pemerintah tidak boleh hanya menjadi penonton.

Dengan 18 pompa air, optimalisasi Danau Sidenreng, pemanfaatan jaringan ledeng, perbaikan pompa, penambahan jaringan perpipaan hingga pembenahan jalan tani, pemerintah Sidrap memilih bergerak mencari jalan keluar.

Petani menghadapi kemarau, pemerintah bergerak melawan kekeringan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata beserta jajaran, Anggota DPRD Sidrap Albar, jajaran Dinas TPHPKP (Pertanian), Camat Tellu Limpoe, Lurah Arateng beserta jajaran, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *