Unhas Hidupkan Kembali Kebun KWT Desa Compong untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Masrudin
24 Jan 2026 05:27
Daerah 0 157
2 menit membaca

Sidrap, Sidraptimur.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga kembali digelorakan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 di Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Melalui program bertajuk Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui Program PEKERTI (Pekarangan Produktif dan Mandiri), mahasiswa menghidupkan kembali kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun IV yang selama ini kurang termanfaatkan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24 Januari 2026.

Program PEKERTI diwujudkan melalui demonstrasi penanaman langsung di area kebun KWT. Lahan yang sebelumnya jarang diolah kini kembali dipersiapkan sebagai kebun produktif untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga secara berkelanjutan. Kegiatan ini mencakup pembersihan lahan, pengolahan tanah, pengaturan jarak tanam, hingga praktik budidaya sayuran jangka pendek seperti kangkung, sawi, kacang panjang, buncis, tomat, terong, dan timun.

Program tersebut diprakarsai oleh Widyastuti Pasassa’, mahasiswi Jurusan Agribisnis, sebagai program kerja individu. Pelaksanaannya turut didukung oleh anggota tim KKN Unhas Gelombang 115: Muhammad Fadel, Amelda Sari, Indah Permata Sari, Muzkirah Ade Tasiah, dan Anugerah Ramadhan. Kolaborasi ini memastikan penataan ulang kebun dan sesi demonstrasi berlangsung efektif serta melibatkan anggota KWT secara partisipatif.

Ketua KWT Dusun IV Desa Compong, Ibu Minayah, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya membangunkan kembali kebun yang sempat terbengkalai, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi anggota KWT untuk mengelola pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

“Kebun KWT ini sudah cukup lama tidak dikelola secara bersama. Melalui program PEKERTI, kami kembali termotivasi untuk menanam dan memanfaatkan kebun sebagai sumber pangan keluarga, sekaligus mendukung ketahanan pangan di desa kami,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Widyastuti Pasassa’ menyusun buku pedoman Program PEKERTI yang memuat panduan teknis pemanfaatan pekarangan produktif. Buku tersebut menjelaskan langkah-langkah pengolahan lahan, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga strategi menjaga keberlanjutan kebun. Pedoman ini diharapkan menjadi rujukan tetap bagi anggota KWT dan masyarakat Desa Compong setelah program KKN berakhir.

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 berharap kebun KWT Dusun IV dapat terus dikelola secara aktif dan produktif sehingga mampu memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan desa. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan keterlibatan seluruh pihak.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *